Minggu, 27 November 2011

EKONOMI MIKRO


Soal Semester Ekonomi Mikro

1.      Apa manfaat mempelajari Ekonomi Mikro?

Salah satu tujuan mempelajari ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.
Terdapat beberapa alasan mengepa kita perlu mempelajari ilmu ekonomi. Yaitu:
a) Ilmu ekonomi akan membantu memahami dunia nyata. Ada beberapa pertanyaan mengenai perekonomian yang mungkin membangkitkan rasa keingintahuan.
b) Ilmu ekonomi akan membantu seseorang menjadi pelaku ekonomi yang lihai dalam perekonomian. Karena dalam kehidupan kita akan banyak membuat keputusan ekonomi.
c) Ilmu ekonomi akan membantu pemahaman mengenai keterbatasan kebijakan ekonomi, potensi dan akibat yang akan terjadi dengan adanya kebijakan tersebut Bagaimana perpajakan dan defisit anggaran pemerintah mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.

2.      Apa yang kalian ketahui tentang Teori Produksi?

Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Kita ambl contoh sekarung tepung. Tepung merupakan bahan baku yang manfaatnya baru terasa bila telah diubah menjadi roti, usaha pembuatan tepung menjadi roti merupakan kegiatan produksi. Tapi, tidaklah mudah mengubah bahan baku mejadi barang siap konsumsi untuk dapat melakukan kegiatan produksi seorang produsen membutuhkan faktor-faktor produksi.
Factor-faktor produksi ada dua macam :
1. Faktor Produksi asli;
2. Faktor Produksi turunan;
• Faktor Prosuksi Asli antara lain sebagai berikut :
1. Alam, alam berperan sebagai factor produksi dan berbagai hasila alam dan sumbangnnya bagi produski :
a. Tanah, tanah yang bagus untuk ditanami membawa keuntungan yang besar bagi petani. Bagi pengrajin gerabah, tanah yang liat bisa menjadi bahan baku yang untuk pembuatan gerabah.
b. Air, Banyak usaha produksi tergantung pada air. Tanpa kesediaan air bersih pabrik pengolahan air minum akan mati. Air laut berguna sebagai bahan pembuatan garam dan banyak lagi kegunaan air yang lain.
c. Udara. Kegunaan udara ini sangat banyak disamping untuk yang kita hirup juga berguna sebagai memutar kincr angina, selain itu udara mampu mempengaruhi iklim dan menunjang kesuburan tanah.
d. Sinar Matara Hari, ini sangat berguna bagi kehidupan selain digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik dan tenaga surya sinar matahari dapat membantu kesuburan tanah, para petani dan pemilik perkebunan sangat membutuhkannya.
e. Rumbuh-tumbuhan. Mulai dari tumbuhan yang ada di belakang rumah hingga yang ada di kebun mempunyai peranan penting bagi produsen.
f. Hewan, Bagi petani hewan dapat digunakan sebagai pembajak sawah (sapi, kerbau) atau menarik kendaraan (kuda), dan juga hewan dapat dikonsumsi oleh manusia.
g. Barang Tambang. Berbagai barang tambang berguna sebagai bahan baku produksi, mulai dari minyak sebagai bahan baker, emas untuk perhiasan dn lain sebagainya.

2. Tenaga Kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah menjadi barang hasil produksi.
a. Tenaga kerja menurut sifat kerja dapat dibagi atas tenaga kerja rohani dan tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja rohani merupakan tenaga kerja yang menekankan kemampuan berfikir. Tenaga kerja jasmani merupakan tenaga kerja yang menekankan kemampuan fisik dalam proses produksi.
b. Tenaga kerja menurut kualitas dapat dibagi atas : 1). Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih, 2). Terdidik dan terlatih. 3). Terlatih.


• Faktor Produksi Turunan. Antara lain sebaga berikut :
1. Modal. Meski tersedia bahan baku dan manusia yang dapat mengolahnya, bila tidak ada modal, produksi tidak akan berjalan dengan baik. Jangan bayangkan modal semata-mata berupa uang. Modal lebih luas dari itu karena meliputi semua alat yang dipergunakan sebagai penunjang proses produksi. Modal terdiri dari beberapa macam yang dapat dibedakan wujudnya, sifat, subjek, bentuk, maupun sumbernya.
2. Keahlian. Yang dimaksud dengan keahlian adalah kemampuan pengusaha sebagai produsen untuk mengolah factor-faktor produksi di atas hingga dapat melakukan tindak produksi yang efektif dan efesien.
Fungi Produksi :
Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan dengan keluaran. Misalkan kita akan memprosukdi jeans. Jeans itu bisa di produksi dengan berbagai macam cara. Kalai salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya akan berubah. Tenaga kerja secara sistematis fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :
Q = f (K, L, R, T)

Dimana :
Q = jumlah barang yang dihasilkan
F = Simbol persamaan
L = Tenaga Kerja
R = Kekayaan alam
C = Modal
T = Teknologi

Hukum Hasil yang Semakin Menurun:
Hukum tambahan hasil yang semakin berkurang kalau dalam teori konsumsi dikenal sebagai The Law of diminishing utility maka diteori produksi kita mengenai The Law of diminishingreturns atau hukum tambahan hasil yang semakin berurang. Hukum yang diungkapkan oleh J. Turgot ini bunyiya :
‘Apabila factor variable ditambah dengan tambahan yang sama secara terus menerus terhadap produksi tetap, maka hasil produksi seluruhnya akan bertambah hingga pada tingkat tertentu, kemudian hasil itu semakin berkurang”.



TEORI PRODUKSI DENGAN SATU FAKTOR BERUBAH

Teori produksi sederhana yang menggambarkan tentang hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan tingkat produksi barang. (Faktor produksi lain : tetap)
Hukum Hasil Lebih yang Semakin Berkurang (The Law of Diminshing Return) menyatakan bahwa: apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif dan ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya mencapai tingkat yang maksimum kemudian menurun.





PRODUKSI TOTAL, PRODUKSI RATA-RATA DAN PRODUKSI MARGINAL

Produksi Marginal: tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan.
MP      : produksi marginal
TP   : pertambahan produksi total
L     : pertambahan tenaga kerja

Produksi Rata-rata: produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja.

AP : produksi rata-rata
TP : produksi total
L : tenaga kerja

TEORI PRODUKSI DENGAN DUA FAKTOR BERUBAH

Kurva Produksi Sama (Isoquant): kurva yang menggambarkan gabungan tenaga kerja dan modal yang akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu.


TEORI BIAYA (ONGKOS) PRODUKSI
BIAYA/ONGKOS PRODUKSI:
Semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi dan bahan mentah yang akan digunakan untuk produksi.
Biaya Produksi Jangka Pendek jangka waktu dimana sebagian faktor
produksi tidak dapat ditambah jumlahnya

BEBERAPA PENGERTIAN BIAYA PRODUKSI JANGKA PENDEK
1. Biaya Total (TC)
Keseluruahan biaya produksi yang dikeluarkan
TC = TFC + TVC

2. Biaya Tetap Total (TFC)
Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor
produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya

3. Biaya Variabel Total (TVC)
Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor
produksi yang dapat diubah jumlahnya

4. Biaya Tetap rata-rata
AFC = TFC/Q

5. Biaya Variabel rata-rata
AVC = TVC/Q

6. Biaya Total rata-rata
AC = TC /Q

7. Biaya Marginal
MCn = TCn – TCn-1 atau∆ TC/∆ Q


BIAYA PRODUKSI JANGKA PANJANG
Dalam jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor
produksi, sehingga: biaya produksi tidak perlu dibedakan menjadi biaya
tetap dan biaya variabel. Semua pengeluaran dianggap biaya variabel.
Cara meminimumkan biaya Dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurva biaya
total rata-rata ( AC = Average Cost).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar